Jakarta. Sejumlah aktivis pemuda yang tergabung dalam Himpunan Aktivis Pemuda Indonesia (HAPI) mendatangi kantor pusat Group Djarum di Jalan KS. Tubun IIC, No. 57 Jakarta, menyampaikan protes atas akuisisi BCA oleh Group Djarum yang diduga telah menyebabkan kerugian keuangan negara dalam jumlah besar.
“Diduga sedikitnya negara mengalami kerugian sebesar kurang lebih 87 Triliun pada transaksi akuisisi 51% saham BCA oleh Group Djarum.” ujar Ahmad, sebagai kordinator lapangan HAPI kepada wartawan di Jakarta, Senin (22/09/2025).
Oleh karena itu Ahmad meminta pemerintah melalui POLRI, Kejaksaan dan KPK serta semua lembaga hukum tidak boleh menutup mata atas aksi dugaan patgulipat atas nama akuisisi saham BCA yang pada prakteknya malah menyebabkan kerugian negara.
“Kami meminta Presiden untuk memerintahkan KPK, Polri, Kejaksaan melakukan langkah hukum dengan memangil dan mengusut kembali transaksi mencurigakan yang dilakukan Djarum terhadap BCA.” Kata Ahmad.
Senin sebelumnya Himpunan Aktivis Pemuda Indonesia juga telah melakukan aksi unjuk rasa di depan menara Bank BCA dengan tuntutan yang sama.
” Kami hadir disini sebagai bentuk protes atas dugaan kerugian uang negara yang sangat besar, serta memberi dukungan morik kepada aparat penegak hukum yang katanya mendapat intervensi yang kuat dari orang orang tertentu,” ungkap Ahmad.
Tidak hanya sampai disitu, pihaknya meminta DPR melalui komisi III memanggil KPK, Polri dan Kejaksaan untuk memanggil dan memeriksa semua petinggi BCA dan Djarum yang diduga terlibat proses akuisisi 51% saham BCA.
“DPR harus membuat Pansus Akuisisi BCA oleh Djarum karena ini terkait uang rakyat yang diberikan kepada BCA melalui obligasi rekap senilai puluhan Triliun tapi BCA dijual kepada Djarum hanya 5 Triliun. Ada yang tidak beres dengan transaksi ini.” Tegas Ahmad.
Ahmad menegaskan Akuisisi Group Djarum melalui pembelian 51% saham BCA hanya bisa dilakukan melalui transaksi tidak yang melibatkan pejabat BCA dan Group Djarum saat itu. Karena itu pihaknya meminta aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas.
“Presiden harus membatalkan akuisisi BCA oleh Djarum dan mengubah kepemilikan BCA menjadi milik pemerintah karena pemerintah mengucurkan obligasi rekap sedikitnya 60 Triliun untuk menyehatkan BCA. Bagaimana mungkin BCA cuma dijual 5 Triliun kalau tidak ada permainan orang dalam.” Pungkas Ahmad.
Dalam aksinya aktivis pemuda yang tergabung dalam organisasi HAPI mengingat bahwa Negara tidak boleh kalah oleh Mafia, Lawan atau uang negara lenyap begitu saja.
Post Views: 7
